:

Kabut Asap Karhutla di Banjarmasin, Bayi 8 Bulan Terpaksa Harus Mengungsi | BERITA UTAMA

8 jam lalu

KOMPAS.TV - Paparan kabut asap imbas karhutla, seorang bayi berusia 8 tahun mengalami batuk tak kunjung membaik hingga 10 hari. Bayi tersebut bahkan harus diungsikan ke rumah keluarga yang lebih aman akibat kebakaran lahan yang terjadi tepat di belakang rumahnya.

Bayi berusia 8 bulan ini tak henti menangis saat dibawa ke Puskesmas Pemurus Dalam, Banjarmasin.

Sang ibu cemas, sudah 10 hari sang buah hati batuk tak kunjung sembuh.

Orang tua bayi bahkan harus mengungsi ke rumah keluarga demi menghindari paparan asap kebakaran lahan gambut tepat di belakang rumahnya.

Pihak Puskesmas Pemurus Dalam bilang, penderita ISPA meningkat drastis imbas paparan kabut asap karhutla.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per Sabtu, 17 Oktober 2026, total kumulatif penderita penyakit ISPA menembus angka 300.130 kasus yang tersebar di 63 kabupaten dan kota di 7 provinsi terdampak.

Dari total tersebut, lebih dari 67.693 penderita di antaranya adalah anak usia di bawah lima tahun atau balita.

Sementara 231.437 kasus lainnya menyerang kelompok usia di atas lima tahun.

Kabut asap imbas karhutla masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan, di antaranya Banjarmasin.

Paparan kabut asap mengancam kesehatan warga, mengganggu aktivitas warga dan jarak pandang, serta jadwal penerbangan.

#ISPA #karhutla #Bayi

Baca Juga [FULL] Pernyataan Luhut usai Temui Prabowo di Istana, Laporkan Isu MSCI hingga Risiko Ekonomi RI di https://www.kompas.tv/nasional/697067/full-pernyataan-luhut-usai-temui-prabowo-di-istana-laporkan-isu-msci-hingga-risiko-ekonomi-ri

 

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/697069/kabut-asap-karhutla-di-banjarmasin-bayi-8-bulan-terpaksa-harus-mengungsi-berita-utama

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke