Parlemen Malaysia belum menurunkan tensinya mendesak pemerintah untuk memberikan tekanan kepada Indonesia terkait asap karhutla yang belum juga selesai. Dalam rapat pada Senin (19/10/2026), anggota parlemen dari Pakatan Harapan untuk daerah pemilihan Bukit Bendera, Syerleena binti Abdul Rashid mendesak pemerintah mengadopsi pendekatan hukum yang lebih tegas seperti yang dilakukan Singapura kepada Indonesia.
Syerleena mengatakan, kabut asap telah menjadi persoalan kesehatan masyarakat sekaligus ekonomi bagi Malaysia. Menurutnya, kerugian ekonomi akibat kabut asap diperkirakan mencapai 20 hingga 50 juta ringgit atau sekitar Rp 88 miliar hingga Rp 220 miliar per hari. Angka tersebut berpotensi meningkat hingga 1,5 miliar ringgit atau sekitar Rp 6 triliun per bulan.
Syerleena juga menyindir pejabat Indonesia yang mengeklaim hutan kalimantan dan sumatera juga menyumbang oksigen ke negeri Jiran.
"Pernyataan angkuh dan dangkal itu membuat saya marah. Oksigen itu bukan hadiah politik ketika rakyat sesak nafas dan kehilangan pekerjaan," tegas Syerleenda.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Bernadetha Nadia Deni Ananda
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#Peristiwa #Bencana ##Kompascomlab #KarhutlaIndonesia #KebakaranHutanIndonesia #JerebuMalaysia #MalaysiaProtesKarhutlaIndonesia #MalaysiaRugi220Miliar