Data Departemen Keuangan AS menunjukkan China kembali melepas surat utang atau obligasinya sebesar 27,3 miliar dollar pada Agustus 2026, membuat kepemilikannya turun ke level terendah dalam 18 tahun menjadi 590,7 miliar dollar. Di saat yang sama, Beijing justru terus memborong emas hingga cadangannya mencapai 2.410 ton pada September 2026 sebagai bagian dari strategi manajemen risiko untuk mengurangi ketergantungan pada dolar.
Langkah diversifikasi lambat ini didorong oleh utang AS yang menembus 40 triliun dollar serta kekhawatiran atas risiko pembekuan aset luar negeri seperti yang dialami Rusia. Kendati pelepasan aset secara masif berisiko mengguncang pasar keuangan global dan menaikkan biaya pinjaman di AS, para pakar menilai China tidak sedang meninggalkan dolar secara mendadak karena mata uang tersebut masih menjadi cadangan devisa utama dunia.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Elisabeth Putri Mulia
Music: Wireline Bulletin (AI)
#ekonomi #finansial ##newsdaily ##cclab #Emas #Obligasi #Saham #DollarAS #EmasChina #ChinaBorongEmas