PALANGKA RAYA, KOMPAS.TV - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Tengah mengkritik data penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipaparkan dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto.
Direktur WALHI Kalimantan Tengah, Janang Firman Palanungkai, mengatakan angka yang terpantau lewat satelit dan fakta di lapangan sangat kontras dengan laporan resmi pemerintah.
"Kami sebenarnya jujur saja mengalami kebingungan sebenarnya dengan paparan itu. Apakah data itu Presiden dapatkan dari BNPB atau dari mana. Artinya kalaupun misalkan BNPB menyampaikan data yang seperti itu, artinya ini hanya menyenangkan hati Presiden saja," ujar Janang.