PALANGKA RAYA, KOMPAS.TV - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan serius di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Selain mengganggu kualitas udara, kebakaran juga mengancam permukiman warga dan memunculkan pertanyaan mengenai sumber asap serta pihak yang bertanggung jawab.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menjelaskan bahwa asap yang menyelimuti kota tidak hanya berasal dari kebakaran di wilayah setempat, tetapi juga dapat terbawa angin dari daerah sekitarnya.
Di sisi lain, kepolisian tengah menyelidiki kasus pembakaran lahan. Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Adatna menyampaikan bahwa pihaknya telah menangani tiga laporan polisi terkait kebakaran di wilayah kota tersebut, dengan empat orang tersangka disebut telah ditetapkan.