China terus memborong emas hingga mencatatkan penambahan 23 ton pada September 2026, menjadikan total kepemilikannya mencapai 2.410 ton. Aksi yang dilakukan selama 23 bulan berturut-turut ini didorong oleh strategi manajemen risiko untuk mengurangi ketergantungan pada utang AS, mengantisipasi risiko pembekuan aset seperti yang dialami Rusia, serta merespons lonjakan utang federal AS.
Meski dolar AS dipastikan masih akan tetap menjadi mata uang cadangan global yang dominan, langkah Bank Sentral China dan sejumlah negara lain dalam mengalihkan cadangan ke emas secara bertahap dapat melemahkan permintaan utang pemerintah AS. Di tingkat domestik, demam emas juga melanda masyarakat yang beralih ke logam mulia sebagai aset aman di tengah lesunya pasar saham dan sektor properti.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Elisabeth Putri Mulia
Musik: Wireline Bulletin (AI)
#global #konflik ##newsdaily #cclab #China #Emas #EmasChina