:

IHSG Anjlok, Apakah Indonesia Mengulang Krisis 1998 dan 2008?

2 hari lalu

Pasar saham domestik mengalami pekan kelam pada pertengahan Oktober 2026 setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 14,91 persen dalam sepekan, termasuk keanjlokan terdalam harian sebesar 11,57 persen pada Jumat (16/10/2026) yang memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt). Menanggapi kepanikan tersebut dan penurunan IHSG yang telah mencapai lebih dari 40 persen sepanjang tahun ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memperketat batas Auto Rejection Bawah (ARB) dari 15 persen menjadi 7 persen mulai Senin (19/10/2026) guna meredam volatilitas hingga akhir tahun.

Tekanan berat ini dipicu oleh wacana penyedia indeks global MSCI yang membuka konsultasi untuk menurunkan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market akibat masalah transparansi dan reformasi pasar, yang berpotensi memicu pelarian modal asing hingga Rp 132 triliun di tengah sentimen negatif global seperti suku bunga tinggi AS dan lonjakan harga minyak. Meski tingkat kejatuhan harian ini menyamai rekor krisis moneter 1998, para analis menilai situasinya berbeda karena MSCI saat ini baru dalam tahap konsultasi hingga April 2027 sehingga otoritas pasar dan Danantara didorong untuk segera merespons secara transparan demi memulihkan kepercayaan investor dan menahan risiko koreksi lanjutan.

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Elisabeth Putri Mulia

Musik: Pressed Newsroom (AI)

#ekonomi #finansial ##newsdaily #cclab #IHSG #MSCI #ARB #BEI #Saham #MSCIIHSG

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke