KOMPAS.TV - Aksi unjuk rasa di Prancis diwarnai penjarahan dan perusakan sejumlah toko di Lyon dan Montpellier. Massa dilaporkan memasuki toko di kawasan bisnis Montpellier dengan merusak jendela.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan akan menindak tegas aksi kekerasan dan penjarahan. Sementara itu, Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu mengecam perusakan bangunan publik yang terjadi di tengah kerusuhan.
Lecornu menyebut sebanyak 1.200 orang telah ditangkap terkait kerusuhan tersebut.