JAKARTA, KOMPAS.TV – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkap penyebab antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah di Indonesia.
Bahlil menegaskan, stok BBM nasional dalam kondisi aman dengan ketahanan pasokan berada pada kisaran 16 hingga 18 hari.
Menurut Bahlil, antrean di sejumlah SPBU, termasuk di Bali, terjadi akibat masalah distribusi. Ia telah memerintahkan Pertamina untuk menggandakan distribusi BBM ke wilayah yang mengalami antrean.
Selain masalah distribusi, antrean juga dipicu pergeseran konsumsi masyarakat dari BBM beroktan 92 dan 95 ke RON 90 atau Pertalite.