PARIS, KOMPAS.TV – Aksi demo di Prancis yang memprotes langkah untuk mengatasi kenaikan harga, peningkatan upah, serta investasi yang lebih besar pada layanan publik berubah menjadi kericuhan.
Kebakaran, penjarahan, hingga bentrokan antara polisi dan massa aksi terjadi.
Eskalasi kekerasan ini meluas setelah sebelumnya aksi protes mahasiswa berlangsung selama berminggu-minggu.
Polisi juga mengerahkan gas air mata serta meriam air. Pengunjuk rasa juga melemparkan batu hingga kembang api ke arah petugas.
Sejumlah toko dirusak hingga dijarah. Fasilitas umum mengalami kerusakan ketika bentrokan semakin intensif.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan bahwa aksi demo yang berujung kekerasan akan ditindak secara hukum.
Baca Juga Demo di Prancis Ricuh, 272 Orang Ditangkap di Tengah Protes Tingginya Biaya Hidup di https://www.kompas.tv/internasional/696589/demo-di-prancis-ricuh-272-orang-ditangkap-di-tengah-protes-tingginya-biaya-hidup
"Tidak ada tempat bagi kekerasan di Republik kita. Kepada para petugas penegak hukum kita, yang menjaga hak untuk berdemonstrasi, saya menyampaikan dukungan dari seluruh bangsa," tulis Macron melalui akun X pribadinya.
"Kita akan bersatu melawan mereka yang menebar kekacauan, yang satu-satunya tujuan adalah meruntuhkan institusi kita dan menghalangi orang lain menyampaikan keluhan mereka secara damai," lanjutnya.
Dilansir Viory, polisi Prancis dilaporkan telah menahan sekitar 400 orang.
#paris #ricuh #demo
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/696652/ricuh-parah-demo-di-prancis-penjarahan-massa-polisi-bentrok-hebat-jalan-porak-poranda