JAKARTA, KOMPAS.TV – Aktivis antikorupsi Saor Siagian menyoroti dugaan perlakuan berbeda terhadap Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, yang telah dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Saor menilai, latar belakang Nusron sebagai mantan sekretaris tim sukses pemenangan Prabowo-Gibran berpotensi memunculkan persepsi publik mengenai adanya perlakuan berbeda dalam proses penegakan hukum.
“Kalau kita akhirnya orang menganalisa, termasuk juga saya menganalisa, dulu kan beliau ini sekretaris tim sukses pemenangan saudara Prabowo-Gibran. Artinya publik kemudian jadi berimajinasi. Apakah perlakuan yang berbeda kepada Nusron adalah karena memang dia juga dulu menjadi sekretaris tim?” ujar Saor. (timecode 1:51)
Menurut Saor, KPK perlu segera mengambil langkah tegas untuk menjawab keraguan publik sekaligus menjaga wibawa lembaga antirasuah.
Sementara itu, mantan Wakil Ketua KPK periode 2015–2019, Laode M. Syarif, menyatakan dukungannya terhadap KPK saat ini dan berharap lembaga tersebut terus memperbaiki kinerjanya dalam pemberantasan korupsi.
“Saya sangat mendukung KPK yang sekarang itu dibanding KPK sebelumnya juga. Jadi kita perlulah memberikan semangat kepada KPK ini agar lebih semangat lagi,” ujar Laode.
Desakan terhadap KPK untuk memanggil Nusron muncul setelah menteri tersebut dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan.
Nusron sebelumnya menyampaikan alasan ketidakhadirannya melalui surat kepada KPK karena sedang melakukan perjalanan dinas ke Malaysia.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Novaltri
#saursiagian #nusronwahid #kpk
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/696572/saor-minta-kpk-tegas-singgung-latar-belakang-nusron-di-tim-prabowo