KOMPAS.TV - Situasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan kian mengancam kehidupan warga. Di Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur, Kalimantan Timur, kebakaran hutan dan lahan meluas mendekati permukiman serta fasilitas pendidikan. Kencangnya embusan angin membuat tim pemadam bekerja ekstra padamkan api di tengah medan yang sulit.
Dampak karhutla menyisakan cerita pilu bagi keluarga kecil di Samarinda, Kalimantan Timur. Seorang bayi perempuan berusia satu tahun dua bulan meninggal. Bayi ini sempat dirawat di rumah sakit karena mengalami gangguan pernapasan.
Ancaman tak hanya dirasakan anak-anak. Di tengah kondisi udara yang buruk di Kota Palangka Raya, Rusli, seorang pedagang kerupuk, tetap nekat berjualan di pinggir jalan. Padahal Rusli memiliki riwayat penyakit paru-paru. Namun ia tak punya pilihan karena ada dapur yang harus terus terpenuhi kebutuhannya.
Kementerian Kesehatan mencatat pada 12 Oktober sebanyak 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut akibat karhutla di 7 provinsi. Dari jumlah itu, 22,5 persennya atau 62.400 kasus ISPA terjadi anak usia 0–5 tahun.
Masyarakat kini hanya bisa berharap penanganan karhutla secepatnya dituntaskan agar kehidupan mereka kembali normal.
Baca Juga Kualitas Udara di Jakarta, Tangerang dan Jabar Masuk Kategori Tidak Sehat | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/696491/kualitas-udara-di-jakarta-tangerang-dan-jabar-masuk-kategori-tidak-sehat-kompas-siang
#karhutla #asap #kabutasap #ispa
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/696492/karhutla-masih-membara-kepungan-kabut-asap-ancam-keselamatan-warga-kompas-siang