:

Indonesia Merah di Satelit NASA, karena Asap Karhutla?

7 jam lalu

Pemantauan satelit NASA menunjukkan fenomena mengkhawatirkan di atas wilayah Indonesia. Hampir seluruh wilayah dari Sumatera hingga Papua terpantau tertutup gas karbon monoksida (CO) pekat. Gas yang dijuluki silent killer ini tidak berwarna dan tidak berbau, namun berbahaya jika terhirup dalam jumlah tinggi.

Gas ini dihasilkan dari berbagai proses pembakaran, termasuk kebakaran hutan dan lahan, kendaraan bermotor, hingga pembakaran sampah. Data harian pada 13-15 Oktober 2026 menunjukkan area berwarna merah mendominasi peta sebaran gas itu di atmosfer Indonesia. Visualisasi memperlihatkan konsentrasi karbon monoksida mencapai batas skala warna merah sebesar 160 parts per billion by volume (ppbv). Gambar itu menunjukkan konsentrasi karbon monoksida di atmosfer, bukan ketebalan kabut asap di permukaan tanah. 

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis: Afif Khoirul Mutaqqin
Penulis Naskah: Musayadah Khusnul Khotimah
Narator: Musayadah Khusnul Khotimah
Video Editor: Musayadah Khusnul Khotimah
Produser: Musayadah Khusnul Khotimah

Musik: The_Final_Deadline (AI)

#Peristiwa #Viral ##cclabs ##DailyNews #CitraSatelitNASA #SatelitNASA #Indonesia #AsapKarhutla

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke