KOMPAS.TV - Milisi Houthi menyerang Istana Kepresidenan Yaman di kota pelabuhan Aden. Menurut saksi, setidaknya enam ledakan terjadi pada hari Kamis waktu setempat.
Operasi serangan juga dilakukan Pemerintah Yaman pada kelompok Houthi yang menyasar komandan lapangan dan sarana militer.
Rekaman pengawasan serangan terhadap bandara di Abha, Najran, dan Jazan ditayangkan saat pertemuan Koalisi Pemulihan Legitimasi di Yaman. Koalisi pimpinan Saudi yang mendukung Pemerintah Yaman yang diakui dunia pada hari Kamis menyerukan kepada pasukan Houthi untuk segera menghentikan serangan terhadap fasilitas sipil, termasuk bandara, pelabuhan, dan infrastruktur minyak.
Milisi Houthi memperoleh teknologi canggih dengan bantuan pihak-pihak regional, menjadi kelompok teroris pertama yang memiliki rudal balistik hingga drone serang.
Menurut pakar geopolitik dan keamanan nasional, Wibawanto Nugroho Widodo, serangan milisi Houthi bersifat sporadis dengan sasaran utamanya adalah fasilitas perusahaan minyak Arab Saudi yang diperkirakan akan memberi dampak pada harga minyak dunia.
Sebelumnya, juru bicara militer Houthi mengumumkan serangan ke Arab Saudi dengan sasaran bandara dan fasilitas minyak masih akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan.
Koalisi yang dipimpin Arab Saudi menuding ada yang membantu Houthi memperoleh teknologi canggih dalam serangan ke bandara di Arab Saudi. Lalu apakah koalisi yang dibentuk Saudi mampu menghentikan pergerakan Houthi? Kita bahas bersama Aisha Kusumasomantri, peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence.
Baca Juga Tengah Berkonflik, Pemerintah Arab Saudi Jamin Keselamatan Jemaah Umrah | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/696439/tengah-berkonflik-pemerintah-arab-saudi-jamin-keselamatan-jemaah-umrah-sapa-malam
#arabsaudi #houthi #yaman #konflikarabsaudi
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/696447/full-arab-saudi-bentuk-koalisi-mampu-hentikan-pergerakan-houthi-ini-analisis-peneliti-senior