BANJARMASIN, KOMPAS.TV - Di Banjarmasin, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia bersama BEM se-Kalimantan Selatan menggelar Aksi Kalsel Lumpuh. Mereka mendesak pemerintah segera menyelesaikan persoalan kebakaran hutan dan lahan, krisis air bersih, antrean BBM, hingga pemadaman listrik bergilir.
Selain menggelar aksi mimbar bebas, mahasiswa juga membagikan ribuan masker ke pengguna jalan maupun warga setempat sebagai antisipasi kabut asap yang selimuti Banjarmasin.
Sementara di Palembang, Sumatera Selatan, teknologi dry ice diterapkan untuk perbaiki kualitas udara akibat cemaran kabut asap.
Meski kadar polutan sempat turun, tetapi asap karhutla dari Ogan Komering Ilir dan sekitarnya diduga masih memicu tingginya pencemaran udara.
Menurut BPBD Sumsel, dari dua kali penyemaian bibit es, udara di Palembang sempat membaik untuk jarak pandang dan Indeks Standar Pencemar Udara. Namun tak bertahan lama, hal ini akan menjadi evaluasi. Uji dry ice oleh BPBD rencananya dijadwalkan selama 10 hari di udara Palembang.
Baca Juga Salah Satu Korban Meninggal Akibat Karhutla Bromo Dimakamkan di Probolinggo | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/696429/salah-satu-korban-meninggal-akibat-karhutla-bromo-dimakamkan-di-probolinggo-sapa-malam
#karhutla #mahasiswa #bemui #kabutasap
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/696433/bem-ui-dan-bem-se-kalsel-desak-pemerintah-gerak-cepat-atasi-karhutla-sapa-malam