KOMPAS.TV - Ledakan terjadi pada Kamis waktu setempat di dekat istana yang digunakan Pemerintah Yaman di kota pelabuhan Aden.
Saksi menyebut ledakan terjadi sebanyak enam kali. Seorang pejabat setempat menyebut setidaknya dua orang tewas, dan pemberontak Houthi yang berbasis di Yaman utara dengan cepat menyatakan bertanggung jawab.
Serangan di area istana ini merupakan serangan langka, mengingat pertempuran antara kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Saudi terjadi di lokasi perbatasan. Ledakan juga menimbulkan kepanikan di antara warga yang kemudian melarikan diri dari wilayah tersebut.
Koalisi pimpinan Saudi yang mendukung Pemerintah Yaman pada Kamis waktu setempat menyerukan kepada pasukan Houthi untuk segera menghentikan serangan terhadap fasilitas sipil, termasuk bandara, pelabuhan, dan infrastruktur minyak.
Mayjen Turki Al-Maliki, Juru Bicara Koalisi untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman, menyebut bahwa koalisi berupaya menargetkan kemampuan militer Houthi sambil meminimalisasi kerugian terhadap warga sipil di Yaman.
Kelompok Houthi telah melancarkan sebanyak 20 kali serangan ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh antara 1 dan 11 Oktober lalu.
Dalam serangan ini, korban yang tewas sebanyak 17 orang dan 33 orang lainnya luka-luka. Serangan itu melibatkan 10 drone, empat rudal jelajah, dan dua proyektil yang tak dikenal. Al-Maliki menyebut serangan Bandara Internasional King Khalid, fasilitas sipil, dilindungi berdasarkan hukum humaniter internasional.
Baca Juga Serangan Rudal di Dekat Istana Pemerintah Yaman Tewaskan 2 Orang, Houthi Klaim Bertanggung Jawab di https://www.kompas.tv/internasional/696298/serangan-rudal-di-dekat-istana-pemerintah-yaman-tewaskan-2-orang-houthi-klaim-bertanggung-jawab
#bandarariyadh #houthi #arabsaudi #yaman
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/696432/kelompok-houthi-lancarkan-serangan-ke-bandara-riyadh-sebanyak-20-kali-sapa-malam