Batu bara Indonesia dijual ke pasar dunia saat harganya tinggi, atau diolah untuk menciptakan nilai tambah bagi negeri sendiri..? Faktanya potensi hilirisasi batu bara ternyata juga menjangkau sektor pertanian.
Salah satunya melalui kalium humat, senyawa berbasis asam humat yang dapat membantu memperbaiki struktur dan kesuburan tanah.
Bersama Bambang Ismawan, Direktur Utama PT Bukit Asam (Persero) Tbk, Naratama membahas pilihan strategis dalam mengelola batu bara nasional. Mulai dari tantangan cadangan batu bara berkalori menengah ke atas yang kian menipis hingga peluang mengolah batu bara berkalori rendah menjadi produk bernilai tambah, seperti DME (dimethyl ether), bahan bakar alternatif.
Dari energi hingga pertanian, hilirisasi membuka peluang untuk menghubungkan pemanfaatan batu bara dengan ketahanan pangandari emas hitam menuju emas hijau.
PTBA memiliki cadangan batu bara sekitar 2,88 miliar ton dan sumber daya sekitar 5,71 miliar ton. Lalu, bagaimanakah potensi tersebut dapat dikelola PTBA agar memberi nilai lebih bagi Indonesia dan mendukung ketahanan energi serta pangan?
Saksikan wawancara lengkap Bambang Ismawan di Naratama, hanya di YouTube Kompas.com.
***
Eksekutif Produser: Oky Ivans
Produser: Rima Rismania
Asisten Produser: Dian Erika, Handika Syukur Nur Alam
Penata Kamera: Dicky Ardani, Angga Sahrul Amin, Rainer F. Nockas
Penyunting Gambar: Banatias Nadhira
***
#Naratama #AmirSodikin #BambangIsmawan #PTBA #BUMN