:

Pabrik-pabrik Iran "Hidup" Melawan Sanksi AS, Ancaman Jadi Peluang

1 minggu lalu

Sejumlah pabrik di Iran tetap beroperasi di tengah perang, sanksi ekonomi, tekanan inflasi, dan blokade. Salah satunya adalah Pabrik Perakitan Mesin Pemanen di Arak, tempat para insinyur dan teknisi terus merakit mesin pertanian untuk pasar domestik.

CEO pabrik, Ali Asghar Hamidifar, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi risiko perang dengan mengamankan suku cadang penting dari luar negeri. Perusahaan juga mulai memproduksi sendiri komponen yang sebelumnya diimpor untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan asing.

Hamidifar menegaskan industri tersebut berupaya bertahan menghadapi lonjakan harga dan fluktuasi nilai tukar. Namun, perekonomian Iran masih menghadapi tekanan berat akibat inflasi, sanksi Barat, dan penurunan pendapatan minyak selama perang. Nilai tukar rial bahkan dilaporkan merosot ke rekor terendah, yakni lebih dari 2,6 juta rial per dolar AS.

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis Naskah: Lina Tiyas Patmulasih
Video Editor: Destri Abdi Saputro
Produser: Mochamad Sadheli (Holy)

#Global #Konflik ##DailyNews #Iran #AmerikaSerikat #PabrikIran #SanksiAS

#Music: Night Breach (AI)

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke