Citra satelit NASA menunjukkan sebaran gas karbon monoksida di wilayah Indonesia. Karbon monoksida merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau yang dapat membahayakan kesehatan jika terhirup dalam jumlah tinggi. Gas ini dihasilkan dari berbagai proses pembakaran, termasuk kendaraan bermotor, mesin, dan aktivitas pembakaran lainnya.
Paparan karbon monoksida dapat menghambat kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Gejalanya meliputi sakit kepala, pusing, sakit perut, dan sesak napas. Pada kondisi berat, keracunan dapat menyebabkan kejang, serangan jantung, kehilangan kesadaran, hingga kematian.
Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari pembakaran arang di dalam rumah, memastikan peralatan pembakaran berfungsi dengan baik, serta memasang detektor karbon monoksida jika diperlukan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Nadia Faradiba
Penulis Naskah: Lina Tiyas Patmulasih
Narator: Lina Tiyas Patmulasih
Video Editor: Destri Abdi Saputro
Produser: Deta Putri Setyanto (Holy)
#Peristiwa #Sains #DailyNews #NASA #SatelitNASA #Indonesia #GasKarbon #KarbonMonoksida
Music: The Final Bulletin 4 (AI)
Artikel terkait:
https://www.kompas.com/sains/read/2022/02/22/193400523/karbon-monoksida-gas-pencemar-yang-dapat-mengakibatkan-kematian