JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rocky Gerung, menilai Presiden Prabowo Subianto perlu melakukan perubahan mendasar atau radical break dalam pemerintahannya.
Rocky menilai, Prabowo menghadapi persoalan independensi dalam memimpin kabinet akibat perjanjian politik yang terbentuk untuk kepentingan elektoral.
Menurut Rocky, perjanjian tersebut berkaitan dengan elemen-elemen yang dekat dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Rocky mengatakan, Prabowo perlu mengevaluasi arah pemerintahannya agar dapat kembali mengambil keputusan secara independen.
Ia menilai, mempertahankan kondisi politik yang sama hingga Pemilu 2029 bukan pilihan yang tepat.
Rocky juga menilai perubahan mendasar tersebut harus diikuti dengan perubahan komposisi kabinet.
Menurutnya, Prabowo perlu mengalihkan orientasi kerja sama politik dari kepentingan elektoral menuju komitmen etis untuk menjalankan konstitusi.
Rocky menegaskan, perubahan tersebut juga berkaitan dengan perbedaan paradigma ideologis antara Prabowo dan Jokowi.
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/bhVcHeFlw1w
Baca Juga [FULL] Rocky Gerung Bongkar Alasan Masuk Istana, Reshuffle Kabinet Prabowo hingga Karhutla | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/696273/full-rocky-gerung-bongkar-alasan-masuk-istana-reshuffle-kabinet-prabowo-hingga-karhutla-rosi
#rockygerung #wantimpres #presidenprabowo
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/696274/reshuffle-kabinet-rocky-gerung-prabowo-harus-putus-perjanjian-politik-dengan-jokowi-rosi