KOMPAS.TV - OCBC mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11 persen per Juni 2026, dengan segmen korporasi tumbuh lebih dari 30 persen. Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, menyebut pertumbuhan tersebut ditopang oleh berbagai sektor, mulai dari properti, pusat data, makanan dan minuman, hingga pertambangan aluminium dan segmen perunggasan.
Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, OCBC menjaga rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) di kisaran 76 persen pada akhir Juni 2026. Bank juga memperkuat dana murah melalui giro dan tabungan serta meningkatkan kapabilitas layanan agar tidak hanya bersaing dari sisi suku bunga.
Dari sisi risiko, OCBC mencatat rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) sebesar 1,9 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri sebesar 2,1 persen. Penggunaan teknologi, analisis data, dan kecerdasan buatan turut membantu proses analisis kredit dan pemantauan risiko.
Sementara itu, integrasi pascaakuisisi Bank Commonwealth disebut berjalan lancar. OCBC juga berupaya memperkuat layanan wealth management dan mengintegrasikan layanan perbankan dengan pasar modal untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin beragam.
#ocbc #bank #ekonomi #kredit
Baca Juga Menkeu Ungkap Dampak Guncangan Global terhadap Ekonomi RI saat Paparkan Pajak & Belanja Negara di https://www.kompas.tv/nasional/695061/menkeu-ungkap-dampak-guncangan-global-terhadap-ekonomi-ri-saat-paparkan-pajak-belanja-negara
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/696267/direktur-ocbc-soal-bank-swasta-tetap-tumbuh-di-tengah-ketidakpastian-ekonomi-sapa-pagi