PALANGKA RAYA, KOMPAS.TV - Asap imbas karhutla yang menyelimuti Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengancam kesehatan warga.
Salah satunya siswa SMP yang mengalami sesak napas hingga tak bisa tidur tiap malam.
Kepungan kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan, kian mengkhawatirkan.
Warga terus mengeluhkan gangguan kesehatan, dampak kabut asap. Salah satunya dialami seorang siswa SMP di Palangkaraya, Meysa Mikaila.
Paparan kabut asap selama dua bulan lebih, membuatnya sesak napas tak berkesudahan. Ia pun merasa trauma, hingga tak bisa tidur tiap malam.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin meminta warga terdampak kabut asap tetap tinggal di rumah demi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Kepungan kabut asap mengakibatkan jarak pandang di ruas jalan di Palangka Raya sangat terbatas.
Mengganggu arus lalu lintas dan jalur penerbangan dari dan menuju Bandara Cilik Riwut.
Paparan kabut asap telah membuat kualitas udara di Palangka Raya berada dalam level berbahaya.
Baca Juga Karhutla 3 Bulan Belum Padam, Relawan Ikut Berjuang Selamatkan Langit Palangka Raya | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/696225/karhutla-3-bulan-belum-padam-relawan-ikut-berjuang-selamatkan-langit-palangka-raya-kompas-petang
#karhutla #kabutasap #palangkaraya
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/696251/kabut-asap-karhutla-di-palangka-raya-makin-parah-siswa-smp-alami-sesak-napas-berita-utama