Hanya dalam kurun waktu kurang dari dua puluh empat jam setelah jet tempur koalisi Arab Saudi membombardir fasilitas minyak di Sanaa pada Selasa (13/10/2026), kelompok pemberontak Houthi langsung merespons dengan tamparan balasan yang telak.
Serangan kilat ini sukses melumpuhkan fasilitas raksasa Aramco di Dhahran dan memicu kepanikan mematikan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Aksi nekat ini bukan sekadar luapan amarah atas gempuran udara Riyadh, melainkan sebuah pembuktian berdarah bahwa milisi Yaman mampu bermanuver instan dan menagih utang nyawa tanpa membiarkan asap di tanah mereka sempat memudar.
Lantas, bagaimana kelompok yang tercekik blokade ini mampu mempecundangi benteng pertahanan udara senilai 83 miliar dolar milik kerajaan?Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah Video Editor: Fathir Rohman Produser: Marvel Dalty