Bukan hanya menekan di medan perang, Iran kini secara tidak langsung mencekik politik Netanyahu dan Trump secara bersamaan.
Terbaru, baik Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Benyamin Netanyahu kompak untuk tidak melakukan serangan ke Iran dalam waktu dekat. Padahal Axios pada Selasa (13/10/2026) mendapat bocoran kedua pemimpin sedang berstrategi untuk menggempur Iran lain.
Netanyahu secara blak-blakan mengungkap menyerang atau diserang Iran sebelum pemilu akan menjadi petaka bagi karier politiknya. Begitu pula Trump yang menunda karena merosotnya perolehan suara partai Republik jelang pemilu paruh waktu pada 3 November 2026 mendatang.
Penundaan aksi militer ke Iran oleh Benjamin Netanyahu dan Donald Trump menguakkan ketakutan nyata akan hancurnya karier politik mereka akibat amarah publik menjelang pemungutan suara. Namun, ruang jeda elektoral di Washington dan Tel Aviv justru dimanfaatkan Teheran untuk memperkuat arsenal rudal, memulihkan bunker vital, serta menyiagakan penuh kekuatan militernya.
Situasi ini mengubah panggung pertarungan Teluk menjadi taruhan ganda antara keberlangsungan kekuasaan para pimpinan dunia dan potensi ledakan perang yang jauh lebih dahsyat pasca-pemilu.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Bernadetha Nadia Deni Ananda
Narator: Bernadetha Nadia Deni Ananda
Video Editor: Bernadetha Nadia Deni Ananda
Produser: Marvel Dalty
#Global #Konflik ##Kompascomlab #IPerangIranvsAS #KarierPolitikDonaldTrump #KarierPolitikNetanyahu #PemiluAS #PemiluIsrael
Music:
Pressed Newsroom (AI)
Pressed Newsroom 2 (AI)