KOMPAS.TV - Kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman mengatakan operasi militer besar-besaran menarget fasilitas minyak dan bandara internasional di Arab Saudi.
Serangan pada Selasa (13/10/2026) waktu setempat diklaim Houthi melibatkan rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat tak berawak.
Insiden ini terjadi pascapimpinan Saudi menyerang fasilitas minyak di Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai pemberontak. Juru bicara militer Houthi bilang menyebut rudal dan drone ditembakkan ke arah Bandara Internasional King Khalid di Ibu Kota Riyadh.
Imbas memanasnya konflik Houthi dan Saudi, Pemerintah Saudi menutup operasional Bandara Riyadh hingga 17 Oktober. Kementerian Haji dan Umrah menyebut saat ini tidak ada jemaah Indonesia yang melakukan pergerakan ke Bandara Internasional Riyadh. Kemenhaj bilang penutupan bandara tidak mengganggu alur penerbangan jemaah dari Indonesia.
Serangan Houthi ke Riyadh, Arab Saudi, kembali menyoroti ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Apa motif di balik serangan ini, seberapa kuat pertahanan Arab Saudi, dan bagaimana posisi Iran dalam eskalasi konflik ini?
Kita akan mengulasnya bersama Duta Besar Indonesia untuk Iran periode 2012–2016, Dian Wirengjurit.
Baca Juga Serangan Rudal ke Bandara Riyadh, Ini Nomor Hotline KBRI Arab Saudi untuk WNI di https://www.kompas.tv/info-publik/695720/serangan-rudal-ke-bandara-riyadh-ini-nomor-hotline-kbri-arab-saudi-untuk-wni
#houthi #yaman #arabsaudi #perang #timurtengah
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/696173/full-eks-dubes-dian-wirengjurit-soal-houthi-jadikan-riyadh-arab-saudi-target-serangan-militer