JAKARTA, KOMPAS.TV - BNPB, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kesehatan, BMKG, dan Bareskrim Polri memaparkan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per 14 Oktober 2026.
Pemerintah menyebut Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan masih menjadi wilayah prioritas penanganan.
Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan juga dilaporkan berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya akibat paparan partikel PM2.5.
Baca Juga SBY Soroti Sistem Demokrasi Indonesia, Lebih Baik daripada Otoritarianisme di https://www.kompas.tv/video/695903/sby-soroti-sistem-demokrasi-indonesia-lebih-baik-daripada-otoritarianisme
Sementara itu, BMKG memperkirakan fenomena El Niño masih berlangsung hingga awal 2027, meski dampaknya diperkirakan berkurang seiring masuknya musim hujan di berbagai daerah.
Dalam konferensi pers tersebut, Bareskrim Polri melaporkan 273 laporan polisi dan 223 tersangka dalam penanganan kasus karhutla perorangan di 12 Polda, dengan luas lahan terkait perkara yang dilaporkan mencapai 5.157,89 hektare.
Pemerintah juga mengungkap penyegelan badan usaha, penanganan perkara korporasi, penyelamatan satwa liar, serta upaya pemadaman darat dan udara.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara memburuk, melindungi kelompok rentan, dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Novaltri
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/695905/full-bnpb-hingga-bmkg-beberkan-update-karhutla-kualitas-udara-berbahaya-223-orang-jadi-tersangka