KOMPAS.TV - Kebakaran lahan gambut masih terus terjadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Api dalam lapisan gambut kembali menyala dan membesar saat angin bertiup kencang. Kebakaran ini terjadi di sekitar Jalan Mahir Mahar, Lingkar Luar, Palangkaraya.
Kepulan asap pekat berwarna kuning nyaris menutup ruas jalan sehingga mengganggu jarak pandang pengendara. Warga mengaku api sempat dipadamkan, namun beberapa hari kemudian api kembali muncul dan kebakaran pun meluas.
Baca Juga Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis 11-20 Oktober 2026, Seluruh Wilayah DIY Berstatus Awas di https://www.kompas.tv/info-publik/695845/peringatan-dini-kekeringan-meteorologis-11-20-oktober-2026-seluruh-wilayah-diy-berstatus-awas
Kabut asap akibat karhutla dari sejumlah wilayah Tanah Air semakin meluas hingga ke wilayah Maros, Sulawesi Selatan. Beberapa hari terakhir, kabut asap bahkan merambah ke kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Kondisi ini terlihat di runway 21 Bandara Sultan Hasanuddin dan telah berlangsung beberapa hari terakhir.
Meski jarak pandang di sekitar bandara berkurang hingga sekitar lima kilometer, operasional penerbangan masih berjalan normal.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, menyebut belum ada rencana menetapkan kebakaran hutan dan lahan sebagai bencana nasional. Pemerintah memastikan masih mampu menangani karhutla, termasuk di tengah tawaran bantuan Malaysia dan Singapura untuk padamkan kebakaran hutan dan lahan.
Baca Juga Kualitas Udara Indonesia Hari Ini, Palembang Berbahaya, Pontianak-Pekanbaru Sangat Tidak Sehat di https://www.kompas.tv/info-publik/695850/kualitas-udara-indonesia-hari-ini-palembang-berbahaya-pontianak-pekanbaru-sangat-tidak-sehat
#kabutasap #karhutla #kebakaranhutan #kualitasudara
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/695852/kabut-asap-pekat-warna-kuning-di-palangka-raya-karhutla-kembali-muncul-dan-meluas-sapa-pagi