JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah mendorong digitalisasi bansos dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menekan kebocoran dan peruntukan yang tidak tepat sasaran. Perima bansos akan diregistrasi ulang dengan melibatkan anggota TNI dan Polri.
Rencana digitalisasi bansos dimatangkan menyusul temuan 60 persen bansos tidak tepat sasaran dalam uji coba di Banyuweangi, bahkan 40 persen warga yang membutuhkan justru tidak terdaftar.
Sejumlah pakar mengingatkan pentingnya kualitas data yang dianggap masih bermasalah, kesenjangan akses digital di daerah 3T, hingga risiko keamanan data. Lalu, apakah digitalisasi bansos benar-benar menjawab persoalan, atau justru memindahkan masalah?.
Baca Juga Pemerintah Berencana Bagikan HP Gratis untuk Salurkan Bansos Tunai di https://www.kompas.tv/info-publik/695777/pemerintah-berencana-bagikan-hp-gratis-untuk-salurkan-bansos-tunai
Digitalisasi bantuan sosial (bansos) oleh pemerintah Indonesia dilakukan melalui Portal Perlinsos (Perlindungan Sosial) untuk memotong birokrasi panjang, mempercepat verifikasi otomatis, serta memastikan penyaluran bantuan lebih transparan dan tepat sasaran.
Saksikan #BusinessTalkKompasTV episode “Bansos Digital, Tepat Sasaran atau Rawan Kebocoran?”
Produser: Theo Reza
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/695816/full-pemerintah-dorong-digitalisasi-bansos-manfaatkan-ai-solusi-atau-masalah-baru