KOMPAS.TV – Kebakaran lahan gambut kembali membesar di Jalan Mahir Lingkar Luar, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Asap pekat nyaris menutupi ruas jalan dan membuat jarak pandang pengendara semakin terbatas.
Kebakaran telah berlangsung selama dua hari terakhir. Petugas kesulitan memadamkan api karena kekurangan sumber air. Angin kencang juga membuat api membesar dan asap semakin tebal. Pemerintah Kota Palangka Raya berupaya menambah tangki air dan personel pengamanan. Warga diimbau menyalakan lampu kendaraan saat melintas untuk mencegah kecelakaan.
Di tengah kondisi tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Palangka Raya meminta pemerintah pusat berkantor di Kalimantan Tengah agar turut merasakan dampak kabut asap akibat karhutla yang telah dihirup warga selama lebih dari tiga bulan. Mahasiswa menilai kesehatan dan pendapatan warga terus menurun serta meminta pemerintah lebih cepat tanggap.
Bagaimana harapan mahasiswa ini dapat menjawab kebutuhan warga terdampak untuk kembali menghirup udara bersih dan terbebas dari ancaman api? Kita bahas bersama Presiden Mahasiswa BEM Universitas Palangka Raya, Jales Veva Jaya Mahe, dan Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Dicky Anindya.
#karhutla #kabutasap #palangkaraya #kalimantantengah #kebakaranhutan #kompastv
Baca Juga Mahasiswa Palangka Raya Tagih Janji Menhut Berkantor di Kalimantan saat Karhutla Meluas | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/695763/mahasiswa-palangka-raya-tagih-janji-menhut-berkantor-di-kalimantan-saat-karhutla-meluas-sapa-malam
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/695776/full-mahasiswa-tantang-pemerintah-berkantor-di-kalteng-bakom-ri-beri-tanggapan-sapa-malam