:

[FULL] Mahasiswa Tantang Pemerintah Berkantor di Kalteng, BAKOM RI Beri Tanggapan | SAPA MALAM

8 jam lalu

KOMPAS.TV – Kebakaran lahan gambut kembali membesar di Jalan Mahir Lingkar Luar, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Asap pekat nyaris menutupi ruas jalan dan membuat jarak pandang pengendara semakin terbatas.

Kebakaran telah berlangsung selama dua hari terakhir. Petugas kesulitan memadamkan api karena kekurangan sumber air. Angin kencang juga membuat api membesar dan asap semakin tebal. Pemerintah Kota Palangka Raya berupaya menambah tangki air dan personel pengamanan. Warga diimbau menyalakan lampu kendaraan saat melintas untuk mencegah kecelakaan.

Di tengah kondisi tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Palangka Raya meminta pemerintah pusat berkantor di Kalimantan Tengah agar turut merasakan dampak kabut asap akibat karhutla yang telah dihirup warga selama lebih dari tiga bulan. Mahasiswa menilai kesehatan dan pendapatan warga terus menurun serta meminta pemerintah lebih cepat tanggap.

Bagaimana harapan mahasiswa ini dapat menjawab kebutuhan warga terdampak untuk kembali menghirup udara bersih dan terbebas dari ancaman api? Kita bahas bersama Presiden Mahasiswa BEM Universitas Palangka Raya, Jales Veva Jaya Mahe, dan Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Dicky Anindya.

#karhutla #kabutasap #palangkaraya #kalimantantengah #kebakaranhutan #kompastv

Baca Juga Mahasiswa Palangka Raya Tagih Janji Menhut Berkantor di Kalimantan saat Karhutla Meluas | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/695763/mahasiswa-palangka-raya-tagih-janji-menhut-berkantor-di-kalimantan-saat-karhutla-meluas-sapa-malam

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/695776/full-mahasiswa-tantang-pemerintah-berkantor-di-kalteng-bakom-ri-beri-tanggapan-sapa-malam

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke