:

Orang Utan Tapanuli, Kera Besar Langka Terancam Punah | SUSTENESIA

10 jam lalu

Orang Utan Tapanuli merupakan salah satu kera besar paling langka di dunia. 

Hanya ditemukan di Ekosistem Batang Toru, Sumatera Utara, satwa ini kini menghadapi ancaman serius akibat kerusakan hutan, terputusnya koridor, berkurangnya sumber pakan, serta bencana longsor dan banjir bandang.

Hutan Batang Toru atau Harangan Tapanuli di Sumatera Utara menjadi rumah bagi beragam satwa langka, termasuk Orang Utan Tapanuli (Pongo tapanuliensis). 

Ditetapkan sebagai spesies tersendiri pada 2017, orangutan ini memiliki karakteristik fisik yang unik dan populasi yang diperkirakan hanya tersisa sekitar 600 individu di alam liar.

Namun, keberlangsungan hidup Orang Utan Tapanuli menghadapi tantangan besar. Fragmentasi hutan akibat pembangunan dan alih fungsi lahan memutus koridor habitat, sementara siklus reproduksinya yang lambat membuat pemulihan populasi membutuhkan waktu panjang. 

Kerusakan hutan juga meningkatkan risiko konflik antara orangutan dan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Saksikan #Sustenesia episode "Selamatkan Orang Utan Tapanuli", hanya di KompasTV!

Sahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV

Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop untuk mendapatkan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Selamatkan Orang Utan Tapanuli

Subscribe channel YouTube KompasTV dan aktifkan lonceng supaya kamu tidak ketinggalan video terbaru dari KompasTV.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/695770/orang-utan-tapanuli-kera-besar-langka-terancam-punah-sustenesia

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke