Ambisi Arab Saudi untuk menumpas milisi Houthi menggunakan doktrin serangan udara ala Pentagon justru menyeret kerajaan ke dalam jurang simalakama. Alih-alih merengkuh kemenangan, manuver udara Riyadh yang dimulai sejak pemboman Bandara Sanaa pada Juli lalu justru berbalik menjadi senjata makan tuan.
Puncaknya pada pertengahan September 2026, kelompok Houthi membuktikan ketangguhannya dengan merontokkan jet tempur canggih F-15 milik Saudi hanya menggunakan rudal permukaan-ke-udara rakitan lokal. Kegagalan telak operasi udara ini akhirnya memancing Teheran turun gunung memecah keheningan.
Di tengah rontoknya benteng udara dan kelumpuhan bandara ibu kota, mampukah sang raksasa petrodolar menelan gengsi dan menerima tawaran diplomasi Iran, atau justru memilih terus keras kepala bertempur dalam labirin peperangan tanpa ujung?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah Narator: Nabilah Safirah Video Editor: Fathir Rohman Produser: Marvel Dalty