:

Kabut Asap Karhutla di Palangka Raya Bahaya, Petugas Kebersihan dan Ojol Tetap Bekerja | KOMPAS PAGI

2 minggu lalu

PALANGKA RAYA, KOMPAS.TV - Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kondisi ini membuat warga yang bekerja di luar ruangan mulai merasakan sesak napas.

Aktivitas di luar ruangan mengancam kesehatan warga. Namun, tidak semua warga bisa berlindung di dalam rumah. Mereka tetap harus beraktivitas di tengah paparan asap yang mengancam kesehatan.

Badariah dan Joni, dua petugas kebersihan Pemerintah Kota Palangka Raya, terpaksa menghirup asap pekat karhutla setiap hari. Meski mulai mengeluhkan sesak napas dan sakit kepala, mereka tetap bekerja demi mencari nafkah.

Tak hanya petugas kebersihan, Ardi, seorang pengemudi ojek online, juga mulai merasakan sesak napas. Setelah tiga bulan dikepung asap, ia meminta pemerintah memberikan solusi nyata untuk mengatasi karhutla yang kian mengancam.

Hingga Senin (12/10/2026) pukul 20.00, data Indeks Standar Pencemar Udara dari Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan kualitas udara di Kota Palangka Raya berada dalam kategori berbahaya.

Gerak cepat untuk mengatasi karhutla dinantikan demi keselamatan warga.

#karhutla #kabutasap #pekerja #kalimantan

Baca Juga Kabut Asap Karhutla Ganggu Kesehatan dan Pemandangan Turis di Singapura | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/internasional/695634/kabut-asap-karhutla-ganggu-kesehatan-dan-pemandangan-turis-di-singapura-kompas-pagi

 

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/695645/kabut-asap-karhutla-di-palangka-raya-bahaya-petugas-kebersihan-dan-ojol-tetap-bekerja-kompas-pagi

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke