KALIMANTAN, KOMPAS.TV - Selama kurang lebih dua bulan, warga Palangka Raya harus hidup dengan kualitas udara yang buruk akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kabut asap menyelimuti seluruh sisi kota hingga warga kesulitan menghirup udara dengan kualitas baik. Warga mengaku terpaksa hidup dengan kondisi tersebut. Kabut asap juga mengakibatkan gangguan kesehatan.
Sementara itu, di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, kabut asap karhutla memicu kecelakaan lalu lintas.
Jarak pandang di Jalan Gubernur Syarkawi pada Minggu lalu (11/10/2026) hanya berkisar lima meter. Kondisi ini mengakibatkan kecelakaan beruntun antara mobil dan truk. Tak jauh dari lokasi tersebut, sebuah mobil juga menabrak truk.
Terkait karhutla dan kabut asap yang belum padam, warga serta organisasi masyarakat sipil di Kalimantan Barat mendaftarkan gugatan class action di Pengadilan Negeri Pontianak. Gugatan tersebut diajukan atas dugaan pembiaran dan kelalaian dalam pengawasan.
Sementara itu, BPBD Kalimantan Barat menyebut penanganan karhutla dan kabut asap bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Warga di sejumlah wilayah Indonesia masih harus menanggung dampak kabut asap. Gerak cepat pemerintah diharapkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap.
#karhutla #bpbd #kalimantan
Baca Juga Pemadaman Karhutla Lewat Udara di Kalimantan Tengah Terkendala Visibilitas di https://www.kompas.tv/nasional/695624/pemadaman-karhutla-lewat-udara-di-kalimantan-tengah-terkendala-visibilitas
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/695632/bpbd-kalbar-soal-kabut-asap-karhutla-bukan-hanya-tanggung-jawab-pemerintah-kompas-pagi