Arab Saudi diam-diam kekurangan rudal pencegat di tengah eskalasi masif Houthi Yaman. Bahkan, serangan-serangan kelompok yang didukung Iran itu kian membuat Riyadh dijepit situasi sulit.
Usai serangan rudal terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang menewaskan 13 orang, The Wall Street Journal membeberkan bahwa Arab Saudi tengah kekurangan rudal pencegat, Patriot dan THAAD.
Kondisi ini menyoroti sistem pertahanan udara Arab Saudi yang tak mampu membendung serangan Houthi dari Yaman. Bahkan, menipisnya stok rudal pencegat praktis membuat fasilitas minyak hingga infrastruktur penting lainnya, kian rentan diserang.
Eskalasi konflik Houthi-Saudi telah membuat runyam rencana Pangeran Mahkota Mohammad bin Salman yang tengah membangun ekonomi negaranya. Sejumlah proyek raksasa senilai triliunan dollar yang digagas MBS pun terancam mangkrak.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Danur Lambang Pristiandaru
Penulis Naskah: Angela Putri Defana
Narator: Angela Putri Defana
Video Editor: Angela Putri Defana
Produser: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
Music: Pressed Newsroom No 2 (AI)
Artikel terkait:
https://www.kompas.com/tren/read/2026/10/12/170000765/houthi-gempur-riyadh--ambisi-mbs-terancam-pupus-arab-saudi-kehabisan
#Houthi #ArabSaudi #SeranganHouthi #RudalPencegatArabSaudi #Global #Konflik #TimurTengah #Yaman