Jepang menetapkan situasi darurat siber. Status ini menyusul gelombang serangan peretasan yang menyasar puluhan perusahaan dan mengancam kebocoran jutaan data pelanggan.
Menurut laporan The Financial Times yang dirangkum PC Mag, lebih dari 20 perusahaan besar di sana telah melaporkan serangan siber dalam beberapa waktu belakangan.
Beberapa di antaranya mencakup jaringan minimarket Lawson, operator kereta East Japan Railway Company (JR East), perusahaan sekuritas Daiwa Securities, hingga peritel barang bekas BookOff Group.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Bill Clinten Penulis Naskah: Gandhi Rahmat Romadhoni Video Editor: Gandhi Rahmat Romadhoni Produser: Ervan Yudhi Tri Atmoko