Video para relawan yang meminta bantuan untuk menangani kebakaran hutan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, viral di media sosial pada Minggu (11/10/2026).
Mereka mendesak pemerintah agar segera memperkuat penanganan, termasuk mengerahkan helikopter water bombing.
Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kotawaringin Barat menyebut luas area yang terbakar mencapai 52.325,73 hektar pada 8 Oktober 2026.
"Tim kami menemukan beberapa satwa yang sudah mati maupun yang sekarat, sering juga orangutan yang tersesat ke area pemadaman relawan karena asap yang pekat," tulis keterangan HPI Kotawaringin Barat kepada Kompas.com, Senin (12/10/2026).
HPI Kotawaringin Barat mengatakan, salah satu kendala pemadaman adalah jenis tanah di lokasi tersebut merupakan gambut.
"Kemudian ditambah kemarau panjang, tidak ada cadangan air yang mencukupi di bawah tanah, dan saat gambut itu kering, maka jadi bahan bakar untuk api semakin sulit dipadamkan," terangnya.
Sementara itu, Kementerian Kehutanan menyatakan Balai Taman Nasional Tanjung Puting telah mengajukan permohonan resmi upaya pemadaman sejak 9 September 2026 kepada BPBD Provinsi Kalimantan Tengah.
Dukungan tersebut telah ditindaklanjuti melalui pelaksanaan operasi water bombing pada 2022 September 2026.
Sumber: Kompas.com, Himpunan Pramuwisata Indonesia Kotawaringin Barat (HPI KoBar)
Penulis: Rahel Narda Chaterine, Danu Damarjati
Kreatif: Jessica Meisya Kurnia
Produser: Reza Kurnia Darmawan
~J #Karhutla #Peristiwa #Voice