:

Kabut Asap Karhutla di Palangka Raya Tak Kunjung Mereda, Warga Keluhkan Sesak Napas | SAPA MALAM

9 jam lalu

PALANGKA RAYA, KOMPAS.TV - Pengemudi ojek online di Palangka Raya, Kalimantan Tengah tetap harus bekerja di luar ruangan demi kebutuhan sehari-hari.

Jarak pandang yang terbatas dan mengancam kesehatan, pengemudi ojol tetap memilih bekerja, meski sudah merasakan sesak napas dampak dari kabut asap.

Bagi para pengendara ojek online, meski sudah berdampak pada kesehatan, namun diam di rumah bukan pilihan, melainkan keharusan demi menafkahi keluarga.

Namun, pengemudi ojol tetap berharap pemerintah bergerak cepat untuk mengatasi karhutla di Palangka Raya, karena kondisi ini sudah mereka rasakan lebih dari tiga bulan.

Kabut asap pekat yang tak kunjung mereda selama dua bulan lebih memaksa warga Palangka Raya, Kalimantan Tengah, bertahan di tengah kualitas udara buruk.

Warga merasa dipaksa bertahan dan hidup di tengah kualitas udara yang buruk. Lambatnya penanganan membuat masyarakat menilai pemerintah kurang sigap dalam menangani bencana.

Bahkan, imbas kabut asap yang sudah menyasar kota-kota di negara tetangga seperti Malaysia membuat warga menilai bencana karhutla ini sudah sepantasnya ditetapkan sebagai bencana nasional.

Baca Juga [FULL] Ketua PPI Malaysia dan WNI Singapura Ungkap Dampak Asap Karhutla Indonesia di Negara Tetangga di https://www.kompas.tv/internasional/695563/full-ketua-ppi-malaysia-dan-wni-singapura-ungkap-dampak-asap-karhutla-indonesia-di-negara-tetangga

#karhutla #kabutasap #palangkaraya

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
 

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/695572/kabut-asap-karhutla-di-palangka-raya-tak-kunjung-mereda-warga-keluhkan-sesak-napas-sapa-malam

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke