Nidal Malik Hasan, mantan mayor sekaligus psikiater Angkatan Darat Amerika Serikat (AS), dijadwalkan menjalani eksekusi mati dengan regu tembak pada 3 Desember 2026.
Eksekusinya akan disiarkan secara langsung oleh Pentagon setelah Hasan dinyatakan bersalah atas penembakan massal yang menewaskan 13 orang di pangkalan militer Fort Hood, Texas, pada 2009.
Namun, Presiden AS Donald Trump meragukan rencana siaran langsung eksekusi terpidana mati Nidal Hasan usai mendapat banyak kecaman dari publik hingga lembaga internasional.
Lantas, bagaimana rekam jejak kasus Nidal Hasan dan apa alasan di balik kontroversi siaran langsung eksekusi tersebut?