:

Trump Pertimbangkan Bergabung dengan Riyadh Serang Houthi, Apa Konsekuensinya?

2 hari lalu

Gelombang serangan rudal dan drone kelompok Houthi yang menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, secara berturut-turut hingga Minggu (11/10/2026) telah menewaskan sedikitnya 13 orang termasuk seorang warga negara Amerika Serikat serta melukai ratusan lainnya. 


Menanggapi eskalasi yang kian memanas ini, Presiden AS Donald Trump menyatakan terbuka dan mempertimbangkan untuk bergabung dengan Arab Saudi dalam menggempur Houthi, meski langkah tersebut berisiko membatalkan gencatan senjata sepihak AS dan menyeret Washington ke dalam pusaran perang Timur Tengah yang mahal.


Di satu sisi, tekanan bagi AS untuk bertindak sebagai sekutu sangat besar karena pertahanan Saudi terbukti memiliki celah. Namun di sisi lain, intervensi militer langsung akan menelan biaya finansial yang masif dan membuka potensi perluasan perang dengan Iran, sehingga opsi negosiasi diam-diam secara tidak langsung melalui Doha masih menjadi salah satu alternatif penyelesaian. 


Apakah kali ini Trump lagi-lagi akan menceburkan diri dalam perang rumit lainnya di Timur Tengah? 


Simak selengkapnya dalam video berikut!


Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia

Narator: Elisabeth Putri Mulia

Video Editor: Elisabeth Putri Mulia

Produser: Elisabeth Putri Mulia


Music: Breaking Signal No 2 (AI)  


#global #perang ##newsdaily ##cclab #Trump #ArabSaudi #Houthi #Yamab #ArabSaudiHouthi

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke