KOMPAS.TV - 4 bulan, asap karhutla menyelimuti wilayah Sumatera, Kalimantan, dan berbagai daerah lainnya di Indonesia. Kabut asap pun merembet ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Asap pekat menyelimuti langit Singapura pada Sabtu, 10 Oktober. Hotel ikonik Marina Bay Sands bahkan nyaris tak terlihat akibat asap.
Seorang warga Singapura mengaku sejumlah orang mulai mengalami gangguan kesehatan.
Wisatawan asal India di Singapura juga mengeluhkan pengalaman yang tidak menyenangkan akibat paparan asap.
Akibat terpapar asap, Pemerintah Malaysia meliburkan aktivitas sekolah di Kuala Lumpur, Johor, dan wilayah yang berbatasan dengan Singapura.
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengungkap upaya pemerintah menangani asap karhutla yang dikeluhkan negara tetangga RI. Lebih dari 60.000 personel serta 48 helikopter dan pesawat dikerahkan untuk pemadaman lewat udara. Cuaca yang tak mendukung juga menghambat penanganan karhutla.
Indonesia sedang berupaya mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan. El Nino berkepanjangan tahun ini jadi pemicu kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, ditambah perilaku pembakar hutan dan lahan memperparah kondisi.
Untuk membahas soal asap karhutla yang mengganggu hingga negara tetangga, bersama kami sudah ada WNI di Singapura, Tresna Narulita.
Baca Juga Jalanan Tertutup Kabut Asap, 4 Kendaraan Kecelakaan Beruntun | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/695430/jalanan-tertutup-kabut-asap-4-kendaraan-kecelakaan-beruntun-kompas-malam
#karhutla #kabutasap #singapura #malaysia
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/695433/full-wni-di-singapura-cerita-soal-kondisi-udara-imbas-kabut-asap-karhutla-dari-indonesia