PEMALANG, KOMPAS.TV - Lagi-lagi aksi perundungan menghantui anak-anak kita. Seorang bocah laki-laki di Pemalang yang masih duduk di bangku sekolah dasar meninggal, diduga akibat dianiaya kakak kelasnya di sekolah. Yang menambah miris, kekerasan yang dialami korban juga terjadi di lingkungan sekolah.
Setelah mendengar putra ketiganya yang masih duduk di kelas 2 SD itu menjadi korban kekerasan kakak kelasnya, Diah bersama suami mendatangi sekolah. Diah mencoba menceritakan keluhan anaknya itu dan meminta klarifikasi dari pihak sekolah. Tapi bukan kejelasan yang ia dapat, Diah justru merasa diabaikan. Bahkan ia menilai pihak sekolah seperti menutupi dugaan bullying yang terjadi di lingkungan sekolah.
Kasus perundungan ini pun berbuntut panjang. Pemda Pemalang memutuskan Kepala Sekolah SDN 1 Kebondalem, Erning Rustini, diberhentikan sementara dari jabatannya. Keputusan itu untuk mempermudah proses penyidikan di kepolisian.
Sebelumnya, Bupati Pemalang juga menyayangkan peristiwa kekerasan anak di sekolah. Nurkholes berjanji akan mencari langkah preventif untuk mencegah peristiwa kekerasan berulang di lingkungan sekolah.
Polres Pemalang telah menetapkan dua siswa sebagai anak berhadapan dengan hukum terkait dugaan perundungan yang menyebabkan seorang siswa meninggal. Polisi juga menyebut keduanya bukan anak polisi.
Baca Juga Polisi Buru Pelaku Penembakan Tukang Tambal Ban di Boyolali, Identifikasi Lewat CCTV | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/695401/polisi-buru-pelaku-penembakan-tukang-tambal-ban-di-boyolali-identifikasi-lewat-cctv-berut
#bullying #perundungan #kekerasan #pemalang
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/695409/kasus-bullying-siswa-sd-hingga-tewas-ibu-korban-kecewa-pihak-sekolah-lambat-merespons-berut