KOMPAS.TV – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada kesehatan warga. Dinas Kesehatan Kota Jambi mencatat 10.998 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak 24 Agustus hingga 7 Oktober.
Untuk mengantisipasi peningkatan kasus, Pemerintah Kota Jambi meminta BPBD, dinas kesehatan, puskesmas, hingga rumah sakit memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi warga terdampak. Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, juga meminta pemerintah provinsi mengoptimalkan bantuan anggaran dari presiden senilai Rp30 miliar untuk penanganan karhutla.
Sementara itu, di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, para relawan terus berjuang memadamkan bara gambut di lahan seluas 10 hektare di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Pahandut. Hampir satu pekan, mereka menyuntikkan air ke dalam tanah demi memadamkan bara yang sulit dijangkau. Para relawan rela meninggalkan pekerjaan dan waktu bersama keluarga karena prihatin terhadap anak-anak dan lansia yang terdampak kabut asap.
Mengapa kebakaran hutan dan lahan tak kunjung teratasi? Apakah penetapan status bencana nasional akan mempermudah penanganan karhutla di Sumatera dan Kalimantan?
Kita bahas bersama Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, Hariqo Wibawa Satria, dan Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Boy Jerry Even Sembiring.
#karhutla #kabutasap #ispa #palangkaraya #jambi #kompastv
Baca Juga Kabut Asap Karhutla Selimuti Singapura saat F1 Digelar, Indeks Udara Capai 216 | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/695400/kabut-asap-karhutla-selimuti-singapura-saat-f1-digelar-indeks-udara-capai-216-sapa-malam
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/695407/full-karhutla-tak-kunjung-teratasi-bakom-ri-dan-walhi-bahas-status-bencana-nasional-sapa-malam