JAKARTA, KOMPASTV - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan buka suara mengenai wacana pemakzulan Gibran.
Syahganda menyatakan setiap pihak memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi.
Namun, ia mengingatkan bahwa Gibran masih menjabat sebagai wakil presiden selama proses tersebut berlangsung.
“Sebagai eksekutif, kita menghormati yudikatif. Untuk kekuasaan yudikatif sudah jelas bahwa tidak bisa meng-impeach pasangan Bapak Presiden maupun Bapak Wakil Presiden,” kata Syahganda, Sabtu (10/10/2026).
Sementara itu, mengenai penanganan karhutla dan kabut asap, Syahganda mengatakan Presiden Prabowo Subianto serius menghadapi berbagai bencana yang terjadi di Indonesia.
“Kita sedih dengan kasus ini karena saya sendiri melihat di Pontianak, kemudian di beberapa daerah lain, masyarakat mulai sesak napas, asma, dan lain-lain. Kita mendoakan agar segera turun hujan,” kata Syahganda.
Ia berharap hujan segera turun sehingga kondisi udara kembali membaik dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung normal.
Syahganda juga menyinggung komunikasi Indonesia dengan Malaysia terkait kabut asap lintas batas.
“Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengirim Menteri Luar Negerinya untuk bersama Menteri Luar Negeri kita membahas secara terperinci agar bisa bersama-sama mengatasi keadaan ini,” ujarnya.
Syahganda juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya berpotensi memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Video Editor: Aqshal
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/695284/full-kepala-bakom-buka-suara-soal-polemik-ijazah-gibran-hingga-masalah-karhutla