KOMPAS.TV - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kian pekat menyelimuti Kota Palangka Raya.
Dari pantauan udara, kondisi Jalan Cilik Riwut nyaris tidak terlihat. Landmark Kota Palangka Raya juga lenyap diselimuti kabut asap. Kondisi kesehatan warga terdampak sebab kualitas udara selalu berada dalam level berbahaya.
Dari data BPBD Palangka Raya, luas lahan yang sudah terbakar mencapai seribu empat ratus hektare, dengan delapan ratus empat puluh delapan kali kejadian. Warga juga khawatir rumah ikut terbakar karena kebakaran lahan kini mengarah ke permukiman.
Warga Kuala Lumpur mengeluhkan kesulitan bernapas dan jarak pandang yang buruk akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Kabut asap juga menutupi gedung pencakar langit di Malaysia, seperti Menara Kembar Petronas dan Merdeka 118.
Warga berharap pemerintah Malaysia melakukan langkah tegas terkait dampak kabut asap.
Sementara itu, balap Formula1 di Singapura tetap dilanjutkan meski kabut asap kebakaran hutan dan lahan dari Indonesia memperburuk kualitas udara.
Penyelenggara Singapore Grand Prix menyatakan belum berencana mengubah rangkaian acara Formula1 imbas kabut asap. Namun, penyelenggara akan terus memantau kondisi cuaca.
Baca Juga Marak Kebakaran Bangunan di Jakarta, Gubernur Pramono Angkat Bicara | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/695258/marak-kebakaran-bangunan-di-jakarta-gubernur-pramono-angkat-bicara-kompas-petang
#karhutla #kabutasap #malaysia #singapura
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/695261/kabut-asap-karhutla-dari-indonesia-perburuk-kualitas-udara-di-malaysia-dan-singapura-kompas-petang