KOMPAS.TV – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kembali menebal dibandingkan hari sebelumnya. Kondisi ini menyebabkan jarak pandang mulai terbatas.
Kebakaran lahan masih terjadi di berbagai wilayah Palangka Raya. Lebih dari 1.400 hektare lahan dilaporkan hangus terbakar dalam 848 kejadian. Kepulan asap pun semakin menebal dan telah dirasakan warga selama lebih dari dua bulan.
Kualitas udara di Palangka Raya berada pada level berbahaya, dengan konsentrasi mencapai 564 mikrogram per meter kubik.