JAKARTA, KOMPAS.TV - Polemik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait persoalan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali memunculkan pertanyaan tentang dampaknya terhadap hubungan politik Prabowo Subianto dan Gibran.
Apakah mempertahankan Gibran memberikan keuntungan politik bagi Prabowo, atau justru menjadi beban di tengah sorotan publik? Pakar komunikasi politik Effendi Gazali menyebut Gibran telah menjadi liability bagi Prabowo dan menyoroti pentingnya legitimasi sosial setelah putusan MK.
Di sisi lain, Andi Azwan menegaskan pentingnya melihat Prabowo dan Gibran sebagai satu paket kepemimpinan. Bagaimana membaca perbedaan pandangan ini?
Apa arti putusan MK bagi legitimasi politik Gibran dan bagaimana dampaknya terhadap peta politik ke depan? Simak diskusi bersama Effendi Gazali, Andi Azwan, dan Lukas Luwarso.