JAKARTA, KOMPASTV - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Faldo Maldini menanggapi pencopotan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di kantor DPRD Kota Sukabumi, Jawa Barat.
Faldo menyebut desakan mundur dan pencopotan foto Gibran merupakan sikap politik yang dihormati PSI.
Namun, ia menegaskan Gibran dipilih oleh rakyat dan Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak dapat membatalkan jabatannya.
“Foto bisa diturunkan dari dinding, tapi jabatan tidak digantung di paku,” ujar Faldo.
Ia menilai, jika keabsahan surat penyetaraan pendidikan dipersoalkan, hal tersebut juga dapat berdampak pada warga lain yang memiliki dokumen serupa.
“Jadi, yang perlu dibenahi adalah aturannya, bukan diburu orangnya,” kata Faldo.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Peradi Bersatu Ade Dermawan menilai pencopotan foto Gibran merupakan tindakan yang hanya bertujuan menciptakan sensasi di tengah masyarakat.
“Saya menganggap bahwa ini adalah sensasi saja. Sensasi yang dibuat hanya sekadar untuk melihat bagaimana menimbulkan sensasi di masyarakat saja,” ujar Ade.
Ade menambahkan, tindakan anggota DPRD tersebut mencerminkan pemahaman hukum yang bersangkutan dalam menyikapi putusan pengadilan.
Video Editor: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/695027/psi-dan-peradi-bersatu-tanggapi-pencopotan-foto-gibran-oleh-wakil-ketua-dprd-fraksi-pdip-di-sukabumi