KOMPAS.TV - Visual udara memperlihatkan permukaan lahan gambut di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terlihat seolah sudah padam.
Namun, asap masih terus mengepul dari sejumlah titik. Bara api masih membakar di dalam lapisan gambut. Ketika angin bertiup kencang, bara di dalam gambut dapat kembali menyala. Api kemudian menjalar di bawah permukaan dan kembali membakar lahan di sekitarnya.
Kondisi inilah yang membuat kebakaran sulit dikendalikan dan luas lahan terbakar terus bertambah. Asap dari kebakaran gambut juga terus membumbung, menambah pekat kabut asap yang menyelimuti Palangkaraya.
Kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Tak hanya memicu kabut asap, api juga mendekati permukiman warga di Mariana, Kecamatan Banyuasin Satu, Sumatera Selatan.
Api membakar lahan di sejumlah titik, sementara asap pekat membumbung dan menutupi area di sekitar permukiman.
Hingga Kamis pagi, konsentrasi PM2,5 tercatat 510 mikrogram per meter kubik, dengan kategori pada level berbahaya.
Petugas gabungan terus berupaya memadamkan api. Namun, keterbatasan sumber air di lokasi kebakaran menjadi salah satu kendala pemadaman.
#palangkaraya #karhutla #gambut
Baca Juga Visual Udara Kebakaran Lahan Dekati Area Kampus Uniska Banjarmasin | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/694889/visual-udara-kebakaran-lahan-dekati-area-kampus-uniska-banjarmasin-kompas-petang
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/694890/titik-api-kebakaran-lahan-gambut-di-palangka-raya-masih-terlihat-kompas-petang