PONTIANAK, KOMPAS.TV - Sempat menipis, kabut asap pekat kembali menyelimuti Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Warga berharap pemerintah segera mengatasi persoalan ini.
Beberapa kali diguyur hujan, nyatanya belum mampu menghilangkan kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Kota Pontianak dan sekitarnya.
Sempat menipis, kabut asap pekat kembali muncul hingga membuat kualitas udara berbahaya hingga Rabu (7/10/2026) siang.
Kondisi ini membuat sekolah tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP kembali dilakukan jarak jauh atau daring.
Mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan, sejumlah warga memakai masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
Mereka berharap kondisi yang membuat sesak napas dan mata perih ini segera berakhir.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengaku heran asap kembali pekat. Jika memang ada kebakaran baru, maka perlu segera diantisipasi.
Wali Kota juga mengimbau masyarakat menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Untuk mengetahui apa penyebab dari kabut asap yang kembali menyelimuti Kota Pontianak, kita sudah bersama dengan Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Kalimantan Barat, Daniel.
Baca Juga Kabut Asap Pekat Selimuti Jalan Lintas Timur Sumatera, Jarak Pandang Pengendara Terbatas | JN di https://www.kompas.tv/regional/694803/kabut-asap-pekat-selimuti-jalan-lintas-timur-sumatera-jarak-pandang-pengendara-terbatas-jn
#kabutasap #karhutla #kualitasudara #pontianak
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/694806/sempat-menipis-kabut-asap-pekat-kembali-muncul-di-pontianak-jn