PALANGKA RAYA, KOMPAS.TV - Tiga bulan sudah berlalu, kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, masih terjadi. Asap pekat imbas karhutla semakin mengancam kesehatan warga.
Dari pantauan udara yang dilakukan pada Rabu (7/10/2026) sore, Kota Palangka Raya diselimuti kabut asap.
Landmark kota sangat tersamarkan oleh asap pekat berwarna kuning. Warga yang terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan, berjibaku dengan pekatnya asap.
Jarak pandang juga terbatas, sehingga mengancam keselamatan saat berkendara.
Kabut asap dampak karhutla juga mengganggu jalur penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya. Asap pekat membuat jarak pandang pendek hanya mencapai 200 meter. Demi keselamatan penerbangan, tiga keberangkatan terpaksa dibatalkan.